WAGUB BUKA PERTEMUAN PENGUATAN JEJARING KERJA BBTKLPP SURABAYA

Wakil Gubernur NTB Dr. HJ. Sitti Rohmi Djalilah

Lombok Tengah – Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya menggelar Pertemuan Penguatan Jejaring Kerja Wilayah Layanan tahun 2020 di D’Max Hotel Praya Lombok Tengah, Rabu (12/02/2020). NTB termasuk wilayah layanan BBTKLPP tersebut bersama Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan pesan dan juga harapannya. Mengusung tema “Sinkronisasi dan Kolaborasi Kegiatan Pengendalian Penyakit Dalam Rangka Uji Kaji Solusi Masalah Kesehatan dan KLB” Wagub mengungkapkan bahwa kegiatan ini senada dengan program unggulan Pemprov NTB yang berfokus pada kesehatan.

“Jadi kesehatan, kami sadari betul menjadi hal yang terpenting di dalam kita membangun daerah dan membangun bangsa ini, selain pendidikan dan lain sebagainya,” ujar Wagub yang kerap disapa Ummi Rohmi tersebut.

Ummi Rohmi juga menilai pembangunan kesehatan di NTB terus membaik meskipun masih banyak hal yang harus dibenahi. Lebih jauh, Ia mengajak masyarakat agar lebih menjaga pola hidup sehat. Baginya, sehebat apapun fasilitas dan pelayanan kesehatan akan sia-sia apabila pola hidup sehat masyarakat masih rendah.

“Kami di Provinsi Nusa Tenggara Barat ingin memasyarakatkan bagaimana kita memandang kesehatan ini secara promotif dan preventif, jangan hanya kita berpikir bagaimana penanganan kuratifnya saja,” lanjutnya.

Selain itu, program revitalisasi posyandu tak henti-hentinya digelorakan Ummi Rohmi. Ia yakin dengan adanya revitalisasi posyandu, edukasi dalam hal pendidikan, sosial maupun mitigasi kebencanaan dapat disampaikan melalui posyandu. Nantinya, posyandu tidak hanya menangani masalah kesehatan saja. Ia berharap semua posyandu di NTB segera menjadi posyandu keluarga.

“Target kami di tahun 2023, semua posyandu kami itu posyandu keluarga, jadi pelayanannya dari bayi sampai dengan lansia,” tutur Ummi Rohmi.

“Terima kasih, NTB sudah dijadikan tempat pertemuan ini, tentunya harapannya pertemuan ini menghasilkan hal-hal yang produktif dan solutif,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Dr. Anung Sugihantono, M.Kes, memotivasi masyarakat untuk selalu optimis dan bersatu padu dalam menjaga kesehatan.

“Kita itu mampu melakukan sesuatu, apabila seluruh sumber daya yang kita miliki itu bisa kita orkestrasi istilah saya,” ucap Anung.

Orkestrasi yang Ia maksudkan yaitu ibaratnya dengan bermain musik. Apabila semua elemennya kompak maka akan menghasilkan alunan musik yang indah.

Di sela-sela itu, Anung juga sempat menyinggung Virus Corona yang menghebohkan dunia belakangan ini. Ia memuji pemerintah dan masyarakat Indonesia yang mampu mengantisipasi penyebaran virus berbahaya tersebut.

Anung kemudian mengatakan jika BPTKLPP memiliki tiga pilar yang harus dimiliki yaitu, Kaji, Uji dan Solusi. Terakhir, Ia meminta rekan-rekan dari BPTKLPP untuk lebih mengusut permasalahan mendasar pada masing-masing daerah.

“Saya berharap di pertemuan ini, teman-teman BTKLPP mau mendengarkan persoalan yang ada di masing-masing daerah yang terus terulang dan memang harus kita pecahkan,” harap Anung.

Sebelumnya, Plt. Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya, dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M.Kes , dalam laporannya mangatakan ada 68 peserta yang diundang dalam pertemuan kali ini. Pertemuan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten Kota di wilayah layanan dan lintas sektor yang berasal dari Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Bappeda Provinsi dan BPBD Provinsi.

“BBTKLPP Surabaya sebagai UPT Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI dengan indikator kinerja dan kajian faktor resiko berbasis laboratorium mempunyai peran strategis dalam kontribusi bermakna dalam pencegahan P2P dan masalah kesehatan lainnya,” terangnya.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan para pengelola program pencegahan dan pengendalian penyakit kesehatan masyarakat dan program terkait fungsi BBTKLPP Surabaya.

“Pertemuan ini diselenggarakan untuk sinkronisasi dan kolaborasi antara BBTKLPP Surabaya dengan para pemangku program kesehatan diempat provinsi wilayah layanan,” sambung Budi.

“Atas nama panitia kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadirannya,” tutupnya.

Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan kesepakatan kerjasama operasional kegiatan tahun 2020 antara Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT. Wagub bersama Dirjen P2P Kemenkes RI juga turut mengunjungi stan produk Teknologi Tepat Guna (TTG) BBTKLPP Surabaya dan stand Laboratorium PT. Hepatika Mataram.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 12 sampai dengan 14 Februari 2020. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *