Simposium APGN di Lombok NTB, Bahas 5 Subtema.

The 6th Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2019 di Lombok Nusa Tenggara Barat, mengangka tema besar bertajuk “UNESCO Global Geoparks Toward Sustaining Local Communities and Reducing Geohazard Risk”.
Simposium yang dihadiri para geolog di kawasan Asia Pasifik itu, dibuka resmi Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah bersama Presiden Global Geopark Network, Guy Martini, Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO, Prof. Dr. H. Arief Rachman, dan berbagai pihak terkait lainnya, Selasa (3/9-19) di Rinjani Room Hotel Lombok Raya Mataram.

Usai pembukaan dilanjutkan pembahasan materi yang dibagi ke dalam lima subtema dan simposium akan berakhir pada tanggal 6 September 2019.
Kelima subtema yang dibahas itu, meliputi: Pertama, “Empowering local socio-economic for sustainable development. Kemudian Materi kedua dengan subtema “Engaging Communities, geohazard risk and recovery”.
Ketiga membahas subtema “Popularizing scientific knowledge for public education. Keempat, Promoting aspiring global geoparks. Dan subtema yang kelima adalah Networking volcanic and karst landscape global geoparks.

Pada pembahasan subtema “Empowering local socio-economic for sustainable development, berlangsung di hari pertama di ruang Pejanggik Hall, Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat, menghadirkan (4) empat orang pembicara asal Cina, Vietnam, dan Korea Selatan. Tiap-tiap pembicara menyampaikan praktik baik yang diterapkan pada geopark masing-masing, sesuai dengan tema.

Huang Wen selaku Komite Administratif Nasional dari UNESCO Global Geopark (UGG) Tianzhushan di Provinsi Anhui, Cina, menyampaikan bahwa di kawasannya telah terbangun sebuah geotourism yang terstruktur melalui infrastruktur yang masih terus ditingkatkan hingga saat ini. Selain itu untuk mencapai sebuah keberlanjutan (sustainability), Huang Wen menjelaskan bahwa Unesco Global Geopark (UGG) Tianzhushan telah menerapkan pendekatan berbasis pendidikan ilmiah dan pembangunan kapasitas yang berkelanjutan bagi komunitas dan masyarakat lokal disekitarnya.

Tidak jauh berbeda dengan itu, Vi Tran Thuy pembicara yang berasal Unesco Global Geopark (UGG) Non Nuoc Cao Bang, Vietnam, menjelaskan bahwa untuk mencapai sebuah pariwisata yang berkelanjutan pada kawasan geoparknya, maka Pemerintah Provinsi Cao Bang menyusun sebuah strategi panduan pembangunan pariwisata. Strategi itu dituangkannya kedalam 10 Program Provinsi Cao Bang, terangnya.

Sedangkan Min Huh dari UGG Mudeungsan, Korea Selatan, mengungkap Nilai Universal Luar Biasa (Outstanding Universal Value/OUV) yang dimiliki kawasannya dan perjalanannya dalam meraih status geopark global.

Sementara Narasumber terakhir adalah Jihong Bao berasal dari UGG Shilin, Provinsi Yunan, Cina Barat Daya. Bao dalam paparannya banyak bercerita tentang kekayaan jenis batuan yang terdapat pada kawasan geoparknya. Juga beragam program pariwisata yang diterapkannya, serta status sebagai geopark global telah memberikan banyak manfaat begi peningkatan sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan geopark, ujarnya.

Agenda simposium hari pertama diakhiri pada pukul 17:00 WITA untuk kemudian dilanjutkan dengan Mid-Simposium Excursion (Field Trip) ketiga destinasi berbeda, yaitu Jalur Utara (Desa Adat Gumantar dan Senaru), Jalur Tengah (Museum, Kemalik Lingsar dan Aik Berik), dan Jalur Timur (Sembalun) yang dilaksanakan di hari ke-2. Adapun sesi simposium untuk pembahasan subtema berikutnya akan dilanjutkan kembali di hari ke-3 dan ke-4 dengan melanjutkan bahasan pada kelima subtema yang sama. –(gd-Media Centre APGN)—-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *